*kejar cita sebelum cinta* =)
Wednesday, May 30, 2012
Berdamailah dengan takdir ^_^
| perasaan anda |
Wednesday, December 21, 2011
Ia cuma mengambil masa seminit untuk jatuh hati pada seseorang , satu jam untuk menyukai seseorang, satu
hari untuk menyintai seseorang, tetapi ia akan mengambil masa sepanjang hayat
untuk melupakan seseorang...

nak lupakan seseorang x semudah bace A,B,C atau mengira 1,2,3 kn2...???? betol x.. sebab bila kite melupakan brmaksud kita bersedia untuk dilupakan..(pandangan aqlah)
Apabila kita menyintai seseorang, jangan sesekali mengharapkan si dia juga akan menyintai kita sebagaimana kita menyintainya sepenuh hati, nantikan saja cinta itu untuk mekar di dalam hati dia, tapi sekiranya ia tidak berlaku, pastikanlah cinta itu terus mekar di hati kita.
Mungkin Allah sengaja menemukan kita dengan orang yang salah sebelum menemukan kita
dengan insan yang betul, supaya apabila kita menemui insan yang betul itu kita akan tahu
bagaimana untuk berSYUKUR dengan nikmat pemberian dan hikmah di sebalik pemberian
tersebut,,,,
Apabila salah satu pintu kebahagiaan tertutup, Allah akan membukakan pintu lain, tetapi
lazimnya kita akan memandang pintu yang telah tertutup itu terlalu lama (sampai bertahun-
tahun kot) sehingga kita tidak nampak pintu lain yang Allah telah bukakan untuk kita.
Kita selalunya tidak menghargai apa yang kita miliki sehinggalah kita kehilangannya, dan kita
selalu tidak tahu apa yang kita rindukan sehinggalah "ia" datang.
Kawan yang paling baik adalah seseorang yang boleh duduk di dalam buaian bersama-sama kita
dan berbuai tanpa berkata apa-apa pun dan kemudian berjalan pulang dengan perasaan
bahawa itulah perbualan yang paling hebat yang pernah dialami.
Kebahagiaan terletak pada mereka yang menangis, mereka yang telah mencari, dan mereka
yang telah mencuba. Hanya mereka yang boleh menghargai kepentingan manusia yang telah
menyentuh kehidupan mereka.
Masa depan yang cerah sentiasa berteraskan kehidupan masa lalu yang telah dilupakan.
kita tidak boleh meneruskan kehidupan dengan sempurna sehinggalah kita melupakan
kegagalan dan kekecewaan masa silam kita.
Carilah seseorang yang boleh membuatkan kita tersenyum dan membuatkan hati kita juga turut
sama tersenyum kerana ia cuma memerlukan sekuntum senyuman untuk mencerahkan hari
yang suram...
senyum, tak perlu kata apa-apa... :) :)
(macam nieeee ^_^ )
Ketika kita dilahirkan, kita yang menangis dan orang-orang di sekeliling kita tersenyum bahagia. Jadi,
teruskanlah kehidupan kita dengan baik semasa hidup supaya apabila kita mati nanti, kita pula yang
tersenyum ketika orang-orang di sekeliling kita menangisi pemergian kita. AMIN~
| perasaan anda |
Friday, June 10, 2011
Jangan Terlalu Mencari Kesempurnaan
sOmeTiMeS tHe bESt WaY To HoLd, OntO sOmEtHiNG Is To LEt iT GO
Jika kamu memancing ikan.... Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.... Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula ke dalam air begitu saja.... Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.
Begitulah juga ........
Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang...
Setelah dia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....
Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatimu....

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar KEPERLUANmu... Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menampalnya semula.... Akhirnya ia dibuang....
Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya.... Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu ISTIMEWA....
Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.... akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya....
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi... yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelazatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan MENYESAL.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan.....yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu. MENYAYANGIMU... MENGASIHIMU... Mengapa kamu berlengah, cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain. Terlalu mengejar KESEMPURNAAN.
Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain.. Kamu juga yang akan MENYESAL...
JANGAN TERLALU MENCARI KESEMPURNAAn....
| perasaan anda |
Thursday, December 23, 2010
Jika belum siap, Cintai ia dalam DIAM..^_^

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...
ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah
karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?
dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,biarkan ia tetap diam ...
jika dia memang bukan milikmu,,dengan Allah melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
"rabbana hablana min azwajina wa zurriyatina qurratul a'yun wa jaalna lil muttaqina imama"
| perasaan anda |
Thursday, September 9, 2010
andai kau tahu ini ramadan terakhir..
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu. ..kepada- NYA Tuhan yang satu
tentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran bakal kau dendang...bakal kau syairkan
tentu malammu engkau sibukkan dengan
bertarawih.. .berqiamullail. ..bertahajjud. ..
mengadu...merintih. ...meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru...kita cari...suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiap diri...rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling bererti...
paling berseri...
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju redha serta kasih sayangMu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami
di sana nanti
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha.... bersedia. ..meminta belas-NYA
| perasaan anda |
Saturday, December 26, 2009
rasulallah dtg umah!!
Ya Allah Rasulullah rupa-rupanya!!!
Barangkali kita berasa gembira, takjub, pemimpin paling agung muncul dipintu.
Mungkin kita bersalam, memeluk baginda, diajak baginda moga-moga sudi bermalam dirumah,
atau barangkali kita berfikir,meminta Rasulullah tunggu di pintu, rumah bersepah perlu dikemas,
tandas kotor perlu dibasuh,VCD 'adult rated' dimana harus disorok?
majalah-majalah hiburan dimana hendak disimpan?
atau barangkali segera balik ke bilik, bagi muslimin seluar pendek perlu ditukar,
terkial-kila mencari pelikat, poster artis perlu dicabut, diganti dengan ayat seribu dinar,
pemberian peminta sedekah yang diletak di bawah katil.
atau barangkali malu, abah tak pernah jadi imam solat di rumah,
mama tercari-cari tudung dalam stor, jiran tetangga tak pernah kenal,
surau dekat rumah tak tahu kat mana, mengaji Al-Quran sebulan sekali.
atau barangkali kita terfikir, bagaimana dengan adik-adikku?
adik-adik selalu menyanyi, zikir dan Al-Quran jauh sekali,
abang hafal nama pemain man U, artis, artis, namun tidak keluarga baginda,
sahabat baginda yang baginda kasihi, tengok VCD hari-hari, Korea, Jepun, Inggeris, Al-Quran??
"Ala...sibuk la.." Buku agama?? "Exam agama lambat lagi.."

atau baragkali kita segan, baju kakak semua ketat,
baju yang ok ada 2,3 helai, baju kurung tanpa tudung,
yang dipakai setiap hari Isnin dan Jumaat untuk ke kuliah.
Kita mengaku cintakan Rasulullah, buktinya?
semasa Maulidur Rasul kita berarak,perang selawat kita selawat,
tapi tak faham apa-apa.habis berarak umpat urusetia majlis.
"Sunnah nabi?Apa tu?"."Dakwah? Ala..JAKIM kan ada..aku bukan ustaz/ustazah.."
Hipokrit ! !
| perasaan anda |
maafkan mama!!

20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang bayi laki-laki, wajahnya comel tetapi nampak bodoh. Ali, suamiku memberinya nama Yusri. Semakin lama semakin nampak jelas bahawa anak ini sedikit terkebelakang. Saya berniat mahu memberikannya kepada orang lain sahaja supaya dijadikan budak atau pelayan bila besar nanti. Namun Ali mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga.Pada tahun kedua kelahiran Yusri, saya pun melahirkan pula seorang anak perempuan yang cantik. Saya menamakannya Yasmin. Saya sangat menyayangi Yasmin, begitu juga Ali. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikan pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Yusri. Ia hanya memiliki beberapa helai pakaian lama. Ali berniat membelikannya, namun saya selalu melarang dengan alasan tiada wang. Ali terpaksa menuruti kata saya.
Saat usia Yasmin 2 tahun, Ali meninggal dunia. Yusri sudah berumur 4 tahun ketika itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin bertambah. Saya mengambil satu tindakan yang akhirnya membuatkan saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya bersama Yasmin. Saya tinggalkan Yusri yang sedang tertidur lelap begitu saja.
Setahun.., 2 tahun.., 5 tahun.., 10 tahun.. berlalu sejak kejadian itu. Saya menikah kembali dengan Kamal, seorang bujang. Usia pernikahan kami menginjak tahun kelima. Berkat Kamal, sifat-sifat buruk saya seperti pemarah, egois dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Yasmin sudah berumur 15 tahun dan kami menyekolahkan dia di sekolah jururawat. Saya tidak lagi ingat berkenaan Yusri dan tiada memori yang mengaitkan saya kepadanya. Hinggalah ke satu malam, malam di mana saya bermimpi mengenai seorang anak. Wajahnya segak namun kelihatan pucat sekali. Dia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum dia berkata;
"Makcik, makcik kenal mama saya? Saya rindu sekali pada mama!"
Sesudah berkata demikian dia mulai pergi, namun saya menahannya.
"Tunggu..., saya rasa saya kenal kamu. Siapa namamu wahai anak yang manis?"
"Nama saya Yusri, makcik."
"Yusri...? Yusri... Ya Tuhan! Benarkah engkau ni Yusri???"
Saya terus tersentak dan terbangun. Rasa bersalah, sesal dan pelbagai perasaan aneh yang lain menerpa diri saya pada masa itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah yang terjadi dulu seperti sebuah filem yang ditayangkan kembali di kepala saya. Baru sekarang saya menyedari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Rasanya seperti mahu mati saja saat itu.
Ya, saya patut mati..., mati..., mati...!
Ketika tinggal seinci jarak pisau yang ingin saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Yusri melintas kembali di fikiran saya.
Ya Yusri, mama akan menjemputmu Yusri, tunggu ya sayang !
Petang itu saya membawa dan memarkir kereta Civic biru saya di samping sebuah pondok, dan ia membuatkan Kamal berasa hairan. Beliau menatap wajah saya dan bertanya;
"Hasnah, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kita berada di sini?"
"Oh abang, abang pasti akan membenci saya selepas saya menceritakan hal yang saya lakukan dulu."
Aku terus menceritakan segalanya sambil teresak-esak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Selepas tangisan saya reda, saya keluar dari kereta dengan diikuti oleh Kamal dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter di hadapan saya. Saya mula teringat yang saya pernah tinggal dalam pondok itu dan saya tinggalkannya.
Yusri.. Yusri... Di manakah engkau, nak?
Saya meninggalkan Yusri di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri pondok tersebut dan membuka pintu yang diperbuat daripada buluh itu.
Gelap sekali.
Tidak terlihat sesuatu apapun di dalamnya!
Perlahan-lahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan di dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemui sesiapapun di dalamnya. Hanya ada sehelai kain buruk yang berlonggok di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan betul-betul. Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain itu. Ini adalah baju buruk yang dulu dipakai oleh Yusri setiap hari.
Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sangat sedih dan bersalah, sayapun keluar dari ruangan itu. Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Kamal mulai menaiki kereta untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang berdiri di belakang kereta kami. Saya terkejut sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang sangat kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Saya terkejut lagi apabila dengan tiba-tiba dia menegur saya. Suaranya parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Apa yang kamu mahu?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya;
"Ibu, apakah ibu kenal dengan seorang anak bernama Yusri yang dulunya tinggal di sini?"
Dia menjawab;
"Kalau kamu ibunya, kamu adalah perempuan terkutuk!! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Yusri terus menunggu ibunya dan memanggil;
'Mama, mama!'
"Kerana tidak tahan melihat keadaannya, kadang-kadang saya memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemungut sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu!"
"Tiga bulan yang lalu Yusri meninggalkan sehelai kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."
Saya pun membaca tulisan di kertas itu...
"Mama, mengapa mama tidak pernah kembali lagi...? Mama marah pada Yusri, ya? Mama, biarlah Yusri yang pergi saja, tapi mama harus berjanji mama tidak akan marah lagi pada Yusri."

Saya menjerit histeria membaca surat itu.
"Tolong bagi tahu.. di mana dia sekarang? Saya berjanji akan menyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi! Tolonglah cakap...!!!"
Kamal memeluk tubuh saya yang terketar-ketar dan lemah.
"Semua sudah terlambat. Sehari sebelum kamu datang, Yusri sudah meninggal dunia. Dia meninggal di belakang pondok ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang pondok ini tanpa berani masuk ke dalamnya. Dia takut apabila mamanya datang, mamanya akan pergi lagi apabila melihatnya ada di dalam sana. Dia hanya berharap dapat melihat mamanya dari belakang pondok ini. Meskipun hujan deras, dengan keadaannya yang lemah ia terus berkeras menunggu kamu di sana . Dosa kamu tidak akan terampun!"
Ya Allah! Ampunkanlah dosaku! Yusri, ampunkan mama nak!
--------------------------------------------------------------------------------
| perasaan anda |

